LPM Kota Palembang Peranan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota Palembang mendukung penyelenggaraan pembangunan dan sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera
Minggu, 08 Juli 2012
Musyawarah Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Palembang Tahun 2012
Minggu, 27 Februari 2011
LEMBAGA KEMASYARAKATAN MITRA PEMERINTAH
Tujuan ini sangat relevan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 2007 mengenai pedoman penataan kelembagaan pasal 5 yang berisi masalah dan solusi kegiatan lembaga kemasyarakatan yang ditujukan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan masyarakat dan peran serta masyarakat dalam pemabngunan, pengembangan kemitraan, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan lain sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.
Walikota : LPM Harus Aktif Membantu Masyarakat

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), diharapkan proaktif menggerakkan bakti sosial di Kota Palembang karena lembaga inilah yang lebih mengetahui kondisi masyarakat baik di kecamatan maupun kelurahan.
Walikota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan hal itu saat bersilaturahmi sekaligus bakti sosial dengan LPM se-Kota Palembang di Jalan Mayor Mahidin, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Pahlawan, Selasa (3/3).
Hadir dalam acara ini Wakil Ketua DPRD Palembang Hamzah Sya’ban, Komandan Kodim 0418 Letkol Yuswanto, unsur Muspida, tokoh Masyarakat, serta para camat dan Lurah.
“Kita menginginkan LPM bergerak aktif sebab yang paling mengetahui kebutuhan masyarakat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, fasilitas air bersih dan perbaikan infrastruktur adalah LPM. Untuk itu saya mengharapkan kerjasamanya, sehingga Kota Palembang dapat lebih baik dari yang sekarang,” kata Eddy.
Eddy juga berharap LPM membuat program-program yang bermanfaat bagi masyarakat serta menunjang pembangunan Kota Palembang.
Pada sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kota Palembang Hamzah Sya’ban, mengatakan, LPM merupakan lembaga yang memotivasi pembangunan di daerah-daerah, khususnya di kelurahan-kelurahan. Karena itu, peran dan tanggungjawabnya sangat diharapkan.
Pada kesempatan yang sama, Walikota juga secara simbolis menanam pohon penghijaun bersama Dandim 0418 Letkol Yuswandi.
“Dengan adanya penananam pohon, kebersihan lingkungan dapat terwujud serta keindahan akan tercipta dengan sendirinya. Hal ini tentunya juga mendukung Kota Palembang untuk meraih penghargaan Adipura kembali dan penghargaan tingkat Asean sebagai kota yang berwawasan lingkungan,” kata Eddy Santana, kepada wartawan usai melakukan penanaman pohonsbr : http://bulletinmetropolis.com/home/?p=684
Tujuan LPM Kota Palembang Terbentuk
Mengoptimalkan peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan merupakan tugas utama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). LPM merupakan salah satu pihak penentu program pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah melalui LPM diharapkan untuk berpartisipasi menggerakkan masyarakat dan mensukseskan kegiatan kemasyarakatan dalam pembangunan.
Visi :
Terwujudnya kemandirian dan rasa gotong royong masyarakat dalam pembagunan.
Misi :
Meningkatkan kemampuan masyarakat desa serta peningkatan sarana dan prasarana desa dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
Peningkatan kemampuan lembaga-lembaga kemasyarakatan .
Membangkitkan potensi ekonomi masyarakat dan membuka berbagai peluang kemajuan ekonomi masyarakat .
Meningkatkan sarana dan prasarana pendayagunaan teknologi tepat guna (TTG) dan peningkatan kualitas sumber daya alam (SDA).
Pembinaan dan Pembekalan masyarakat desa.
Monitoring dan evaluasi program kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam bermitra dengan Pemerintah setempat
Sabtu, 28 November 2009
Hidup selalu "dikejar" tuntutan pekerjaan. Senewen, frustrasi, duh, pokoknya stres. Lalu, bagaimana agar bisa berdamai dengan stres?
Banyak faktor yang menyebabkan stres. Menurut ahli stres, praktisi penyembuhan holistik, stres sebenarnya disebabkan oleh penyesalan, rasa bersalah, dendam, serta ada rasa tak rela. "Perasaan cemas, ketakutan, serta harapan yang tidak realistis juga menyebabkan kita stres," ujarnya.
Dampak dari stres tak hanya memengaruhi emosi saja, lho, tapi juga kesehatan fisik. Itu sebabnya, stres sering disebut sebagai the silent killer. Oleh karena itu, bila stres sudah menghampiri, kita perlu mengelolanya agar tidak berakibat negatif. Caranya, menurut Reza, adalah dengan hidup di saat ini.
"Cobalah untuk hidup di sini-kini. Bebaskan diri dari penjara pikiran kenangan dan khayalan, yaitu pikiran akan masa lalu dan kekhawatiran akan masa depan. Yang kita hadapi adalah hari ini, saat ini," katanya.
Agar perhatian kita bisa berada di "sini-kini", cara untuk mencapainya, terang Reza, adalah dengan bernapas. "Ada metode napas 478 untuk rileks," katanya. Metode ini, banyak dipakai oleh praktisi kesehatan sebagai pengganti obat penenang.
Pertama, pejamkan kedua mata, kemudian hirup napas melalui hidung dengan lembut sebanyak empat hitungan dalam hati. Tahan napas selama tujuh hitungan. Ketika menahan napas, seluruh tubuh tetap rileks. Kemudian, hembuskan napas melalui mulut selama 8 hitungan dengan membisikkan bunyi "HA" dari mulut. Lakukan beberapa kali dalam hitungan yang teratur.
Bagaimana jika masalahnya terlalu besar dan hati masih tetap belum plong, meski sudah berlatih napas? Ada tahapan lagi untuk melepas stres. Langkah pertama adalah tentukan skala stres Anda terhadap masalah tertentu dengan angka 0-10.
Langkah kedua, pikirkan salah satu masalah yang paling membuat Anda stres. Lalu pejamkan mata dan sentuh dahi Anda (sedikit di atas alis). Rasakan hati Anda, tetaplah bernapas, dan tunggu hingga denyutnya merata. Ketika pikiran Anda mulai melayang dan hati lebih ringan, maka Anda sudah selesai